ANTAM BEKASI

Loading

Tren Perhiasan Emas 2025: Kenali Model Emas Putih, Kuning, dan Rose Gold Paling Diminati

Tren Perhiasan Emas 2025: Kenali Model Emas Putih, Kuning, dan Rose Gold Paling Diminati

Industri perhiasan selalu berputar, dan pada tahun 2025, tren menunjukkan pergeseran signifikan menuju keberanian dalam desain dan penggabungan berbagai warna logam. Memahami Model Emas yang sedang naik daun—khususnya emas kuning klasik, emas putih yang elegan, dan rose gold yang romantis—sangat penting bagi konsumen yang ingin tampil stylish sekaligus berinvestasi. Model Emas yang diminati bukan hanya soal warna, tetapi juga bagaimana perhiasan tersebut merefleksikan kepribadian pemakainya. Perpaduan antara minimalis dan statement piece menjadi ciri khas utama Model Emas yang diprediksi akan mendominasi pasar.


Emas Kuning Klasik: Kembali ke Akar Nilai

Emas kuning 24K (atau 18K untuk perhiasan) tidak pernah benar-benar hilang, tetapi pada tahun 2025, ia kembali dengan desain yang lebih bold dan terstruktur. Nilai investasinya yang tinggi menjadikannya pilihan favorit, terutama untuk perhiasan yang ditujukan sebagai warisan.

Model Emas kuning yang paling diminati:

  1. Chunky Chain: Kalung atau gelang rantai tebal yang terinspirasi dari era 90-an, memberikan kesan kuat dan mewah.
  2. Signet Ring Modern: Cincin materai dengan ukiran inisial atau lambang minimalis, sering dipadukan dengan tekstur matte (dof) daripada glossy.

Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) merilis data pada Januari 2025 yang menunjukkan peningkatan penjualan perhiasan emas kuning 24K sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan masyarakat semakin sadar akan nilai intrinsik emas murni sebagai pelindung inflasi.


Emas Putih: Keanggunan yang Fleksibel

Emas putih tetap menjadi pilihan utama untuk perhiasan bertabur berlian, karena warna netralnya menonjolkan kilau batu permata. Emas putih biasanya merupakan paduan emas kuning dengan nikel atau palladium, yang kemudian dilapisi rhodium.

Pada tahun 2025, Model Emas putih fokus pada:

  • Tension Setting: Metode pemasangan berlian yang membuatnya seolah melayang tanpa cakar, memberikan kesan futuristik dan modern.
  • Stackable Rings: Cincin-cincin tipis dan sederhana yang dirancang untuk dipakai bertumpuk dengan cincin warna logam lain, memungkinkan personalisasi.

Perhiasan emas putih sering dipilih dalam acara formal. Sebagai contoh, saat pelantikan Pejabat Struktural Eselon III di lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada Rabu, 22 Oktober 2025, banyak yang memilih perhiasan emas putih 18K karena tampilannya yang profesional dan tidak mencolok.


Rose Gold: Sentuhan Romantis dan Campuran Tiga Warna (Tricolor)

Rose gold, yang mendapatkan warna merah muda dari campuran tembaga, terus populer karena kesan hangat dan romantis. Tren 2025 menempatkan rose gold sebagai elemen kunci dalam perhiasan tricolor atau tiga warna.

Model yang menonjol adalah perhiasan yang menggabungkan ketiga warna (kuning, putih, dan rose) dalam satu desain (misalnya, tiga cincin yang menyatu atau bangle dengan tiga lapis). Kombinasi ini memberikan fleksibilitas bagi pemakai untuk memadankannya dengan perhiasan lain.

Untuk menjamin kualitas dan kadar perhiasan campuran, konsumen disarankan selalu meminta nota pembelian yang mencantumkan kadar spesifik (misalnya 75% atau 18K) dan berat masing-masing logam. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) memastikan standar perdagangan emas diikuti, dan jika terjadi sengketa, konsumen dapat mengajukan pengaduan resmi pada hari kerja. Memilih perhiasan berdasarkan tren 2025 berarti memilih antara kemewahan klasik emas kuning, minimalis elegan emas putih, atau sentuhan hangat rose gold.