ANTAM BEKASI

Loading

Proses Ekstraksi Emas Industri Dari Perangkat Elektronik Bekas

Proses Ekstraksi Emas Industri Dari Perangkat Elektronik Bekas

Ekstraksi Emas dari limbah perangkat elektronik bekas kini menjadi solusi industri ramah lingkungan yang dikembangkan oleh Antam Bekasi untuk mendaur ulang komoditas logam berharga. Papan sirkuit (motherboard), komponen ponsel pintar, komputer, dan peralatan elektronik bekas lainnya mengandung lapisan komponen mikro emas berdaya hantar listrik tinggi yang dapat dimanfaatkan kembali. Pengolahan kembali limbah elektronik (e-waste) menjadi sumber bahan baku emas sekunder merupakan langkah efisien untuk menghemat cadangan sumber daya alam tambang di bumi.

Proses pengolahan ulang ini diawali dengan tahap pengumpulan, pemilahan, dan penghancuran fisik sampah elektronik menjadi butiran-butiran halus secara terkontrol. Selanjutnya, proses Ekstraksi Emas dilakukan menggunakan metode pemisahan kimiawi ramah lingkungan dan teknologi peleburan suhu tinggi untuk memisahkan kandungan emas dari campuran logam dasar seperti tembaga, perak, dan nikel. Seluruh sisa limbah cair dan gas dari proses pengolahan dimurnikan secara ketat melalui stasiun pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Hasil dari pemurnian limbah elektronik ini menghasilkan endapan emas murni dengan tingkat kadar kemurnian tinggi yang siap dilebur kembali menjadi emas batangan standar industri. Pendekatan urban mining atau penambangan perkotaan ini secara nyata mampu menekan biaya operasional pengambilan emas dibandingkan dengan proses penambangan batuan mentah di alam terbuka. Selain itu, langkah inovatif ini membantu mengatasi masalah penumpukan sampah elektronik berbahaya di kawasan perkotaan yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Pengembangan pabrik pengolahan daur ulang limbah elektronik di Bekasi ini menjadi tonggak penting dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular pada sektor industri pertambangan nasional. Antam bekerja sama dengan pihak swasta dan pemerintah daerah dalam membangun rantai pasok pengumpulan limbah elektronik dari masyarakat secara terstruktur. Masyarakat diajak untuk tidak membuang sampah elektronik bekas secara sembarangan, melainkan menyalurkannya ke fasilitas daur ulang resmi yang memiliki lisensi pengolahan lingkungan hidup.

Keberhasilan proyek daur ulang logam berharga dari limbah elektronik ini membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu menciptakan efisiensi industri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pengembangan kapasitas fasilitas Ekstraksi Emas daur ulang ini akan terus ditingkatkan seiring berkembangnya volume limbah elektronik di Indonesia. Langkah strategis Antam Bekasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pertumbuhan industri daur ulang logam berharga berbasis lingkungan di masa depan.