ANTAM BEKASI

Loading

Perhiasan Beda dari Investasi: Kenapa Emas Perhiasan Jualnya Rugi Besar

Perhiasan Beda dari Investasi: Kenapa Emas Perhiasan Jualnya Rugi Besar

Banyak orang yang masih menyamakan emas perhiasan dengan emas batangan dalam konteks investasi, padahal keduanya memiliki karakteristik dan tujuan finansial yang sangat berbeda. Memahami bahwa emas perhiasan bukan investasi adalah kunci untuk menghindari kerugian signifikan di masa depan. Meskipun sama-sama terbuat dari logam mulia, penyebab kerugian emas perhiasan saat dijual kembali terletak pada struktur harga dan komponen biaya yang menyertainya. Emas perhiasan harus dilihat sebagai aset konsumtif atau pelengkap penampilan, bukan instrumen untuk mencapai keuntungan investasi emas. Dalam survei harga emas ritel yang dilakukan oleh Asosiasi Pedagang Emas Indonesia pada 10 November 2025, rata-rata spread (selisih harga beli dan jual) emas perhiasan mencapai 25%, jauh lebih tinggi daripada emas batangan.

Alasan utama emas bukan investasi yang ideal adalah adanya komponen biaya tambahan saat pembelian. Ketika Anda membeli cincin, kalung, atau gelang, harga yang Anda bayarkan tidak hanya mencakup nilai gramasi emas murni di dalamnya, tetapi juga biaya pembuatan (ongkos bikin atau craftsmanship fee). Biaya pembuatan ini bisa mencapai 15% hingga 30% dari total harga. Sayangnya, ketika Anda memutuskan untuk menjual perhiasan tersebut, toko emas biasanya tidak akan menghargai atau mengembalikan biaya pembuatan ini; mereka hanya akan membeli berdasarkan harga emas murni per gram pada hari itu.

Inilah penyebab kerugian emas perhiasan yang mendasar: saat penjualan, komponen biaya non-emas (biaya pembuatan) dihilangkan dari perhitungan. Selain itu, perhiasan umumnya memiliki kadar emas yang lebih rendah (biasanya 18K atau 75%, bukan 24K atau 99,99%) agar lebih kuat dan mudah dibentuk. Kadar yang lebih rendah ini membuat nilai likuidasi perhiasan jauh lebih rendah dibandingkan emas batangan bersertifikat.

Bagi mereka yang ingin mencapai keuntungan investasi emas, pilihan terbaik adalah emas batangan bersertifikat resmi (Antam atau UBS). Emas batangan dijual berdasarkan harga komoditas global murni, dengan biaya administrasi atau sertifikasi yang sangat minim dan transparan. Spread jual beli emas batangan jauh lebih kecil (rata-rata 2% hingga 5%) dibandingkan perhiasan. Artinya, harga emas hanya perlu naik sedikit saja agar investor mencapai titik impas (break-even point). Keputusan investasi harus selalu didasarkan pada perhitungan finansial, bukan nilai estetika. Sebagai catatan penting, seorang ahli keuangan di Bursa Komoditas Jakarta, dalam wawancara pada hari Rabu, 15 Juli 2026, menyarankan agar alokasi investasi emas difokuskan 80% pada emas batangan untuk tujuan proteksi kekayaan.