Misteri Lidah Emas Mumi: Kepercayaan Kuno Mesir Tentang Akhirat
Penemuan misteri lidah emas pada beberapa mumi kuno di berbagai situs arkeologi Mesir terus memukau para ahli dan menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai kepercayaan masyarakat Mesir kuno tentang kehidupan setelah kematian atau akhirat. Artefak unik ini, yang ditemukan dalam mulut mumi, diduga kuat memiliki kaitan erat dengan ritual pemakaman dan keyakinan akan perjalanan jiwa menuju alam baka. Misteri ini menjadi jendela menarik untuk memahami kompleksitas spiritual peradaban Mesir kuno.
Salah satu penemuan misteri lidah emas yang baru-baru ini menjadi sorotan adalah yang ditemukan dalam ekskavasi di Saqqara pada hari Sabtu, 5 April 2025, oleh tim arkeolog dari Universitas Kairo. Mumi yang diperkirakan berasal dari periode dinasti ke-26 ini ditemukan di dalam sarkofagus batu. Saat dibuka, terlihat jelas lempengan emas berbentuk lidah diletakkan dengan hati-hati di dalam mulut mumi. Temuan serupa juga tercatat dalam berbagai ekskavasi sebelumnya di lokasi lain seperti Luxor dan Oxyrhynchus, menunjukkan praktik ini mungkin cukup umum pada periode tertentu.
Para ahli berpendapat bahwa misteri lidah emas ini kemungkinan besar terkait dengan kepercayaan Mesir kuno bahwa orang yang meninggal membutuhkan kemampuan untuk berbicara di alam baka. Dalam mitologi Mesir, jiwa orang yang meninggal harus menghadapi berbagai ujian dan memberikan jawaban kepada dewa-dewi di hadapan Osiris, dewa akhirat. Dengan adanya lidah emas, diyakini bahwa almarhum akan mampu mengucapkan mantra-mantra suci atau memberikan jawaban yang benar sehingga dapat melanjutkan perjalanan menuju kehidupan abadi.
Dr. Amina Khalil, seorang ahli Egiptologi yang terlibat dalam penelitian mumi Saqqara, menjelaskan dalam seminar daring pada hari Senin, 7 April 2025, pukul 14.00 waktu Kairo, bahwa misteri lidah emas ini bukan satu-satunya persiapan bekal kubur untuk perjalanan akhirat. Berbagai artefak lain seperti jimat, amulet, dan naskah Kitab Orang Mati juga sering ditemukan bersama mumi, semuanya bertujuan untuk melindungi dan membimbing jiwa almarhum dalam perjalanannya. Penemuan misteri lidah emas ini semakin memperkaya pemahaman kita tentang betapa pentingnya persiapan spiritual bagi masyarakat Mesir kuno dalam menghadapi kematian dan kehidupan setelahnya.


